06Tentang
Dari private server waktu SMP sampai sistem yang dipakai perusahaan
Saya mulai ngoding waktu SMP, di tempat yang tidak biasa untuk belajar: sebuah private server game. Saya jadi GM sekaligus bagian dari tim dev — menambal yang rusak, mengatur ekonomi di dalam game, dan berhadapan langsung dengan pemain yang protes dalam hitungan menit begitu ada yang meleset. Umpan baliknya kasar dan cepat, dan itu pelajaran pertama saya tentang sistem yang dipakai orang sungguhan.
Waktu SMA saya mulai dibayar untuk pekerjaan yang sama: beberapa situs perusahaan, dikerjakan sambil sekolah. Setelah lulus, saya bekerja di beberapa perusahaan, termasuk perusahaan luar negeri — dan di sanalah saya belajar hal yang tidak diajarkan proyek sendirian: menulis kode yang harus dibaca orang di zona waktu lain, tanpa saya di sebelahnya untuk menjelaskan.
Sekarang pekerjaannya lebih luas: situs untuk perusahaan maupun UMKM, aplikasi web dan desktop yang dipakai tiap hari, dan automation yang menjalankan sisanya di belakang layar. Full-stack, jadi yang dilihat pelanggan dan yang menahannya dari belakang sama-sama saya yang kerjakan — dan biasanya justru di sambungan keduanya masalah muncul.
Yang paling saya perhatikan tetap failure mode: apa yang terjadi ketika layanan pihak ketiga tidak merespons, ketika pengguna menutup tab di tengah proses, dan ketika dua permintaan tiba pada milidetik yang sama. Bagian ini jarang ditanyakan di awal proyek, tapi hampir selalu jadi alasan sebuah sistem berhenti dipercaya.
Perjalanan
Tempat saya belajar hal yang berbeda-beda, berurutan.
- SMP
GM & tim dev — private server game
Menambal server yang rusak, mengatur ekonomi dalam game, dan menghadapi pemain yang protes dalam hitungan menit. Sekolah pertama saya soal sistem produksi, tanpa menyebutnya begitu.
- SMA
Situs perusahaan — pekerjaan lepas
Beberapa situs perusahaan, dikerjakan sambil sekolah. Pekerjaan berbayar pertama, dan pertama kalinya ada tenggat yang bukan saya yang menetapkan.
- Setelah SMA
Developer — beberapa perusahaan, termasuk luar negeri
Bekerja di dalam tim, bukan sendirian. Kerja dengan perusahaan luar negeri memaksa satu kebiasaan yang bertahan sampai sekarang: menulis supaya bisa dibaca orang di zona waktu lain tanpa perlu bertanya.
- Sekarang
Full-stack — lepas, dari Jakarta
Situs dan aplikasi untuk perusahaan maupun UMKM, plus automation yang menjalankannya di belakang layar. Dua slot terbuka per kuartal.
Prinsip kerja
Empat hal yang saya pegang, dan alasannya
Bukan slogan. Ini keputusan yang berulang di hampir setiap proyek, dan pengaruhnya terasa di tagihan perawatan setahun kemudian.
Gagal dengan berisik
Kesalahan yang terlihat bisa diperbaiki hari itu juga. Yang senyap baru ketahuan saat pelanggan yang menelepon, dan saat itu ongkosnya sudah berlipat.
Membosankan secara bawaan
Teknologi baru dipakai kalau ada alasannya, bukan karena baru. Yang harus tetap jalan tiga tahun lagi tidak butuh eksperimen saya.
Yang tidak terbukti tidak ditampilkan
Berlaku untuk situs ini juga. Bagian yang datanya belum ada memang hilang, bukan diisi angka contoh — silakan periksa sendiri.
Dokumentasi bagian dari pekerjaan
Bukan tambahan di akhir. Yang tidak bisa dijalankan ulang orang lain tanpa bertanya ke saya, berarti belum selesai.
Colophon
Situs ini dibangun dengan apa
Halaman portofolio yang tidak mau menyebut cara pembuatannya biasanya punya alasan. Ini punya saya, lengkap dengan nomor versinya.
- Framework
- Next.js 16.3.1
- Antarmuka
- React 19.2.8
- Gaya
- Tailwind CSS 4, tanpa UI kit siap pakai
- Dua bahasa
- next-intl 4.13.7 — rute /id dan /en, termasuk URL-nya
- Tulisan
- Berkas MDX di repo, tanpa CMS
- Huruf
- Bricolage Grotesque, Instrument Sans, JetBrains Mono
- Hosting
- Vercel
- Data langsung
- GitHub dan Spotify, diambil saat halaman dirender
- Analitik
- Tidak ada pihak ketiga. Satu-satunya cookie menyimpan pilihan bahasa.
Sudah cukup kenalannya?
Ceritakan yang mau dibangun atau diperbaiki. Balasan biasanya dalam satu hari kerja.